Kunci Kelimpahan

Belajar Berjuang Untuk Berhasil
July 14, 2016
Memahami Cara Tuhan dalam Pekerjaan Kita
Memahami Cara Tuhan untuk Pekerjaan Kita
December 15, 2016

Kunci Kelimpahan

Lima Roti dan Dua Ikan

Lima Roti dan Dua Ikan

Matius 14:13-21 – Yesus Memberi Makan Lima Ribu Orang

14:13 Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka. 14:14 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit. 14:15 Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: “Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa.” 14:16 Tetapi Yesus berkata kepada mereka: “Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.” 14:17 Jawab mereka: “Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan.” 14:18 Yesus berkata: “Bawalah ke mari kepada-Ku.” 14:19 Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan 2 itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak. 14:20 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh. 14:21 Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.

Jangan fokus pada apa yang sudah hilang / tidak ada, fokus pada apa yang ada

Kadang kita terlalu fokus dengan apa yang sudah hilang, sampai kita lupa apa yang masih ada pada kita. Kadang kita terlalu fokus dengan apa yang kurang dengan kita sampai kita lupa bahwa kita masih mempunyai 5 roti dan 2 ikan. “Tapi Tuhan, 5 roti dan 2 ikan saja tidak akan cukup!”. “Uangku tidak cukup untuk biaya bulanan, modalku tidak cukup untuk membuka usaha itu, aku tidak cukup kuat untuk melalui pergumulan ini, aku tidak mampu mengurus keluargaku, pendidikanku tidak tinggi untuk melamar pekerjaan itu, aku tidak punya cukup uang untuk menikahi gadis itu, uangku tidak cukup untuk bayar kontrakan”, dan berbagai alasan-alasan yang lainnya. Tuhan tidak bertanya apa yang sudah hilang atau apa yang kurang. Tapi Tuhan bertanya,”Apa yang ada pada-Mu!”.

Tuhan tidak bertanya apa yang sudah hilang atau apa yang kurang. Tapi Tuhan bertanya,”Apa yang ada pada-Mu!”

Mengucap syukur dalam segala hal

Ketika Andreas menyerahkan 5 roti dan 2 ikan itu kepada Yesus, Yesus tidak berdoa, “Bapa, Aku tahu roti ini tidak cukup, ikan ini masih kurang.” TIDAK! Alkitab katakan, “Lalu Yesus mengambil roti dan ikan itu, MENGUCAP SYUKUR atasnya, dan membagi-bagikannya.” Apapun yang hilang, seberapapun yang kurang, bersyukurlah kepada-Nya!

Apapun yang hilang, seberapapun yang kurang, bersyukurlah kepada-Nya!

Selalu memberi. Kelimpahan terletak pada memberi

Matius Pasal 14 ayat yang ke 19 dan 20 berkata bahwa Yesus ‘membagi-bagikan roti dan ikan itu’, tapi roti dan ikan itu tidak habis. Kunci kelimpahan bukan terletak pada ‘menerima’, tapi pada ‘memberi’. Letak keegoisan manusia terletak pada menerima tanpa memberi. Saudara dapat membayangkan ketika saudara terus makan, tapi tidak ada saluran keluar. Saya tidak sedang berbicara jorok, tapi sepertinya ini gambaran yang cocok untuk itu.

Kunci kelimpahan bukan terletak pada ‘menerima’, tapi pada ‘memberi’.

Selalu Ada Berkat Bagian Kita

Ketika murid-murid-Nya membagikan makanan, mereka pasti tidak sempat makan. Ketika kita melayani orang lain, terkadang akan muncul godaan dalam pikiran kita yang berkata bahwa kita melayani tapi tidak mendapatkan hasil sesuai dengan harapan kita. Kita perlu menolak pikiran-pikiran seperti ini. Karena tanpa kita sadari, pikiran seperti ini melemahkan iman kita. Semakin lama kita mulai menerima benih jahat yang ditabur si jahat ini yang pada akhirnya dapat menguasai pikiran kita. Pola pikir kita juga menentukan arah kehidupan kita. Ketika kita masuk ke dalam pola pikir yang salah, kehidupan kita juga mulai mengarah kepada kesitu.

Pelayanan bukanlah investasi jangka pendek (selama kita berada di bumi)

Firman Tuhan berkata bahwa ada sisa 12 bakul. Dan saya percaya, 1 bakul lebih dari cukup untuk 1 orang murid.

Pola pikir kita juga menentukan arah kehidupan kita.

Reza Barauntu
Reza Barauntu
I am the founder of Growth Ministry and Fellowship of Worshippers. I teach and share about Youth Ministry, Worship Leading, and Praise & Worship.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *