Memahami Cara Tuhan untuk Pekerjaan Kita

Lima Roti dan Dua Ikan
Kunci Kelimpahan
December 14, 2016
Menyembah dalam Kebenaran
February 25, 2017

Memahami Cara Tuhan untuk Pekerjaan Kita

Memahami Cara Tuhan dalam Pekerjaan Kita

Memahami Cara Tuhan dalam Pekerjaan Kita

“karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan.”

Kisah Para Rasul 11:24 TB

Beberapa waktu lalu, saya menerima promosi dari Tuhan dalam hal pekerjaan. Itu adalah sesuatu yang sangat luar biasa.

Dengan rasa penasaran, istri saya bertanya kepada saya, “Apa tidak ada orang lain yang dapat mengisi posisi tersebut?”. Saya bilang ke istri saya, “Ada! Ada banyak kakak-kakaknya Daud. Ada yang berbadan tinggi besar, memiliki kemampuan yang jauh lebih hebat, memiliki pengalaman yang jauh lebih banyak. Tapi, Tuhan memilih Daud.”

Tuhan tidak memilih kita secara acak.

Ketika saya mulai bekerja di tempat tersebut, ada 2 hal yang secara konsisten saya lakukan:

  1. Membiarkan rekan kerja saya tahu bahwa saya adalah orang Kristen.
    Apa yang kita pakai biasanya menggambarkan identitas kita. Karena itu, hal pertama yang saya lakukan adalah ikut serta terlibat secara aktif dalam kegiatan kerohanian di tempat kerja saya. Sebagian rekan saya tidak tahu bahwa saya orang Kristen, karena itu saya dengan sengaja memakai aksesoris Kristen dalam aktifitas kerja saya sehari-hari. Saya sengaja memakai kalung salib, supaya setiap orang yang melihat saya bisa tahu bahwa saya adalah orang Kristen. Tapi perlu kita ingat adalah aksesoris ini hanyalah tampilan luarnya. Orang lain lebih menilai seperti apa kehidupan kita lebih dari pada aksesoris.
  2. Membiarkan rekan kerja kita tahu bahwa kita adalah orang Kristen yang baik.
    Saya berusaha melakukan yang terbaik di tempat kerja saya. Menunjukan etika kerja yang baik, menjaga hubungan baik dengan kolega, atasan & bussiness partner.

Saudaraku, tidak ada gunanya kalau kita menjadi orang baik tapi orang lain tidak tahu kalau kita ini adalah orang Kristen, saksinya Kristus, dan tidak ada gunanya pula kalau orang lain tahu kita adalah orang Kristen, tapi kita bukanlah orang baik.

Kita tidak bisa bersikap tidak peduli dengan orang-orang yang ada di sekeliling kita. “I don’t care. Siapa loe, siapa gue. Loe siapanya gue, gue siapanya loe.” Biarlah kiranya hidup kita menjadi kesaksian yang hidup bagi kolega kita, supaya mereka bisa melihat bahwa Kristus diimpartasikan lewat kehidupan kita.

Reza Barauntu
Reza Barauntu
I am the founder of Growth Ministry and Fellowship of Worshippers. I teach and share about Youth Ministry, Worship Leading, and Praise & Worship.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *